Apa yang anda pikirkan?

             “Apa yang anda pikirkan?” yah! Menurut gue kalimat pertanyaan itu gak asing bagi para pelajar/mahasiswa, para penggalau atau yang kerap disebut galauers juga sebagian anak 4l4y yang setiap gue mantengin beranda facebook mereka selalu nongol pamer tampang di beranda gue dengan ngimutin wajah dan sedikit juluran lidah.
          Jejaring sosial terutama facebook digunakan sebagian dari kita untuk mencurahkan isi hati, tapi apa jadinya jika yang mereka curahkan berisikan keluhan, cacian dan bahkan hinaan yang berlebih kepada orang yang mereka benci dan itu tertulis di beranda gue setiap kali gue online, sangat membosankan sekaligus menggelikan bukan. Apalagi kalau mereka yang baru aja putus, wihhh! Gue liat tulisan status mereka penuh dengan darah yang bercucuran dari pergelangan tangan yang mereka iris sendiri pakai pisau, kaya pengen dimengerti getoohhh! Kalau yang baru aja pacaran? WOW BEUDH! gue yakin loe semua pada tau, yang pasti beranda kaya punya dia sendiri dah! Bentar-bentar update status tapi pas jalan 4 minggu, 2 bulan, 4 bulan, 8 bulanan atau 1000 harian ketika negara api menyerang! pemujaan yang berlebih kepada kekasih semakin memudar... memudar... ketika itu menurut mereka jalan terbaik adalah dengan mengakhiri hubungan dan akhirnya putus...tus..tus! kembali lagi seperti semula  menjadi penggalau dan mungkin sebagian dari kalian sering membaca kaliamat "Ya Allah kada sanggup lge aqo asa ndak mate ja kku mun kdd inya" bahasa Indonya “Ya Tuhan, udah gak tahan. Rasanya pengen mati aja kalau tanpa dia” kalimat yang sering gue ucapkan saat ngumpul di kampus dengan cirikhas gue hingga membuat teman-teman terbahak mendengarnya.
          Lah terus kalau yang gak punya pacar, cuman iseng-iseng sekedar cari teman atau rame-rame mengikuti perkembangan zaman aja gimana? Tergantung orangnya juga sih, tapi yang gue sering lihat mereka malah jadi lebay. Ko gue bisa ngomong gini sih? Gue juga dulu gitu.. hahaaaa, “gak lucu! -_-“. Dulu gue juga gitu tapi setelah beberapa bulan terakhir gue nyadar, kesadaran gue berawal ketika temen gue, kita samarin aja namanya yah loe boleh panggil dia Ari, dia yang ngecuci otak gue dan setelah beberapa saat dengerin nasihat dia gue langsung buka status-status yang pernah gue update ternyata gue dulu adalah seorang Galauers, 4l4yers, so bijak, so dewasa, sering nutup kesedihan dengan tulisan yang seolah dipenuhi rasa bahagia, pecundang, bahkan gue  merasa itu adalah masa terpuruk gue. Terus sekarang gimana? Yah setidaknya mindset gue udah berubah gak kaya dulu lagi, teman gue  juga gak sedikit seperti dulu dan semakin bertambah hal-hal baru yang gue temuin.
          Bro and sist, banyak teman, banyak yang ngelike dan koment saat loe update status,  loe populer di jejaring sosial itu gak ada artinya kalau loe sendiri gak punya satupun teman di dunia nyata. Jangan terlalu berkutat dengan jejaring sosial, boleh-boleh saja namun cobalah keluar dan tunjukan kalau kalian bisa bersosialisasi dengan orang lain, perbanyak teman dan hal-hal baru, jangan jadi pecundang yang selalu duduk berkelompok memandang sebelah mata orang asing tanpa berani bersosialisasi. Sejauh ini hal itu yang selalu gue berusaha lakukan dan memang tak segalau dulu lagi. Hahaa..
          Guys! Gue yakin diluar sana banyak orang asing yang menunggu kita. Menunggu kedatangan kita untuk menyapa mereka, tunjukan jika kita layak berbaur dengan mereka, sebuah senyum tulus yang kita berikan kepada mereka adalah awal yang bagus untuk kita agar mendapat sambutan hangat dari mereka.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar