Mother's Day


“ayo cepet bangun sudah subuh le”  kalimat yang selalu ku dengar saat kau membangunkan aku, walau bernada seperti marah ketika aku tak juga bangun namun aku yakin kau sangat menyayangi ku. Terimakasih ibu karena kau telah membuatkan sarapan setiap pagi, membuatkan kopi untuk ayah sebelum dia berangkat bekerja…
Ibu, kau adalah malaikat, yang mengajarkan ku agar kelak  manjadi manusia yang mulia disisi sang pencipta, yang memberi ku harapan dengan do’a  yang selalu kau panjatkan sehabis shalat, yang selalu menguatkan aku ketika keputus asa’an membuatku lemah dan ingin mengakhiri semuanya…
Saat aku masih kecil kau rela menggendong ku berkeliling pasar untuk berbelanja, walau sebenarnya aku bisa berjalan. Dan kau lebih memilih membelikan ku mainan yang ku inginkan daripada melihat ku merengek-rengek di tengah pasar…
Diasaat aku terbaring lemah di ranjang kamar ku dimana kasur tempat aku tidur mulai keras dan membuat punggung ku terasa sakit ketika  bangun, kau sempat menanyakaan, “kenapa?, ada apa?” seolah kau bisa membaca pikirkan ku dan memilih untuk tidak bekerja dan merawatku hingga akhirnya aku sembuh…
Ibu, dulu aku pernah memendam keinginan dan cita-citaku sejak kecil dan memilih untuk menuruti keinginan mu, walau sebenarnya berat namun kini tlah dua tahun lebih ku jalani dan aku mulai bisa mencintai apa yang tlah kau pilihkan untuk ku juga demi masa depan ku…
Tahukah engkau ibu, disini aku merindukan mu, sebelum aku berangkat mencari ilmu kau sudah duduk di teras rumah bersama ayah, nampak banyak sekali harapan yang kau inginkan dari ku saat aku memandang wajah mu, sebelum berangkat aku selalu mencum kening mu, berharap apa yang ku lakukan akan memberikan manfaat dan berkah di hari kemudian...
Demi aku yang kau harapkan, ketika aku lelah sehabis pulang dan mengistirahatkan badan di kasur kau selalu menjenguk dan menanyakan “apakah kamu baik-baik saja? Bagaimana kuliah kamu minggu ini?” dan saat aku membuka tutup nasi demeja makan yang kutemui hanya wadah kosong kau segera menanyakan “mau ibu masakin apa hari ini nak?”…
Kau adalah alasanku yang membuatku betah di rumah walau aku senang di dalam kamar ku untuk membaca atau menulis daripada berkumpul  saat malam diteras rumah sambil menikmati purnama bersama ayah, kaka dan Sheila cucu kesayangan mu…
Ibu, kini aku mulai dewasa namun aku belum cukup kuat menghadapi dunia tapi aku yakin bisa menjaga mu. Ibu jangan pernah berhenti menyayangi dan memberiku semangat…

Terimakasih ibu, love you so much!
                                                                                               
                                                                                               
Banjarbaru, 22 Desember 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar